Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit atau aplikasi (SIMRS) adalah salah satu investasi terbesar untuk institusi layanan kesehatan. Nilainya pun bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, belum termasuk biaya implementasi, pelatihan, dan pemeliharaan jangka panjang. Namun masalahnya, tidak sedikit rumah sakit yang terpaksa mengganti sistem mereka hanya dalam dua tahun pertama penggunaan.
Faktornya pun bermacam-macam, mulai dari masalah kelengkapan fitur, kurangnya kesiapan SDM dalam menerima teknologi baru dalam SIMRS. Berikut ini adalah penjelasan lengkap penyebab kesalahan terbesar rumah sakit memilih aplikasi SIMRS.
Penjelasan lengkap SIMRS!Masalah Migrasi Data
Saat rumah sakit mengganti aplikasi SIMRS, salah satu tantangan paling berat adalah migrasi data. Tanpa adanya perencanaan migrasi yang matang, rumah sakit akan melakukan Go-Live berantakan.
Dampaknya langsung dirasakan di hari pertama operasional: dokter tidak dapat mengakses riwayat pasien lama, tagihan tidak bisa diproses karena data
Kontrak Tanpa SLA yang Jelas dan Terukur
Masalah lainnya adalah tidak adanya kontrak Service Level Agreement (SLA) yang jelas membuat rumah sakit bisa dirugikan. Banyak rumah sakit menandatangani kontrak SIMRS tanpa memastikan adanya Service Level Agreement (SLA) yang konkret dan dapat dieksekusi.
Kontrak yang lemah hanya berisi deskripsi umum tentang fitur dan harga, tanpa menyebut jaminan uptime dan waktu respons untuk perbaikan bug
Tidak melibatkan pengguna
Dalam posisi ini, staf rumah sakit mulai dari Dokter, Perawat hingga Staf Administrasi tidak pernah dilibatkan dalam pelatihan aplikasi SIMRS. Sehingga membuat semua staf rumah sakit kebingungan dalam melakukan adaptasi penggunaan sistem tersebut.
Keputusan pemilihan aplikasi SIMRS seringkali menjadi kewenangan tim manajemen dan departemen IT. Dokter spesialis, kepala keperawatan, staf farmasi, dan petugas admisi baru mengetahui sistem yang akan digunakan saat demo sudah selesai atau bahkan saat kontrak sudah ditandatangani.
Konsultasi GRATIS HARI INI!Memilih Hanya Berdasarkan Harga Bukan Kebutuhan
Faktor lainnya adalah banyak manajemen RS memilih aplikasi SIMRS hanya melihat berdasarkan harga bukan kebutuhan. Tekanan anggaran adalah realita di hampir semua rumah sakit.
Ketika tim pengadaan dihadapkan pada pilihan vendor, harga yang lebih rendah sering kali menjadi argumen yang paling mudah dimenangkan di hadapan direksi dan dewan pengawas. Hasilnya adalah: aplikasi SIMRS dipilih karena murah, bukan karena sesuai.
Masalah mulai terasa dalam beberapa bulan pertama mulai dari fitur yang ada tidak cocok dengan alur kerja aktual di klinik, IGD, atau instalasi farmasi. Staf terpaksa menjalankan proses manual secara paralel yang artinya beban kerja justru bertambah, bukan berkurang. Kustomisasi pun diperlukan, dan di sinilah biaya tersembunyi mulai muncul.
Memilih SIMRS Bukan Berarti Harus Melalui Trial dan Error yang Mahal
Pemilihan aplikasi SIMRS yang tepat memang tidak mudah, namun di Farmagitech kami hadir dan dirancang sesuai praktisi sistem kesehatan. Kami memahami bahwa setiap rumah sakit memiliki keunikan dan kebutuhannya masing-masing.
Di Farmagitech kami melakukan implementasi SIMRS secara terukur dan dengan pendampingan penuh oleh tim IT kami, migrasi data yang terencana dan tervalidasi, SLA yang jelas dan kontrak yang transparan hingga pelatihan per departemen tim Anda dengan benar-benar siap
Segera konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim marketing kami di 0813-2002-611 dan bisa kunjungi website di www.farmagitech.id.
Baca juga: Software SIMRS Masa Depan dan Tantangannya untuk RS
Baca juga: SIMRS Terintegrasi untuk Efisiensi Operasional RS
Hubungi Kami Sekarang!

